Minggu, 22 Maret 2015

Idiom Tentang Belajar :)
By : DigMandarin.com

Need motivation to begin (or continue) studying Mandarin Chinese? Luckily, the language itself contains many inspiring sayings related to learning.
The history of education in China can be tracked back to the 16th century B.C. In ancient times, learning Confucianism was the most efficient way to achieve higher social status for ordinary people. Scholars had to study very hard to prepare for government tests since only the high score let them to get a good governmental job. It looks like the tradition still exists somewhat. Nowadays, Gaokao (National Higher Education Entrance Examination) is considered to be one of the most difficult pre-entrance tests in the world.
So, from Han dynasty until modern times, education was crucially important for Chinese people. Not surprisingly, the Mandarin language boasts so many proverbs and idioms about learning.
I have picked 10 of my favourite expressions for you here:
The Mandarin language is full of “analogical” proverbs and idioms. Learning is compared with something that is difficult to overcome and sometimes unpredictable.
1. 学如登山。 – Xuá rú dēng shān. – Studying is like climbing a mountain.
(Really true!)
2. 学如逆水行舟,不进则退。- Xué rú nì shuǐ xíng zhōu, bù jìn zé tuì. – Studying is like sailing against the current: a boat must forge ahead or it will be swept downstream.
3. 道山学海。- Dào shān xué hǎi. - Learning is as high as the mountains and as wide as the seas. Literally this means “Mountain of Dao, sea of learning”. Dao is a Chinese concept signifying ‘way’ or ‘doctrine’. To become “one with the Dao” is the object of spiritual practice in Chinese Buddhism, Taoism and Confucianism. Understanding the underlying natural order of the whole Universe that is also described as “achieving Dao” definitely requires the “sea of learning”.
Here is one more old metaphor:
4. 玉不琢,不成器。 – Yù bù zhuó, bù chéng qì. – One cannot become useful without being educated. Literally, this old saying means “If a jade is not cut and polished, it can’t be made into anything.” So, training and discipline are necessary for proper bringing up children.
Confucius was a very influential Chinese philosopher and teacher. Not surprisingly, some wise sayings about learning are attributed to him. For example,
5. 三人行,必有我师。 – Sānrén xíng, bìyǒu wǒ shī. – In a group of three people, there will always be one person I can learn from.
This quotation encourages people to learn and increase their knowledge constantly.
The Confucian canon has its core called Classic of Rites (Lijing). This collection of texts contains very important quotation:
6. 学然后知不足 – to learn is to know one’s ignorance.
This means that though learning one understands his/her ignorance. The more you learn, the more you want to know. (Study shows the need for more.)
Behind some of Chinese idioms, there are interesting legends and stories.
7. 悬梁刺骨 – xuán liáng cì gǔ – to study hard
This idiom may be the most well explained. It originates from two ancient Chinese stories. One of them is about Sun Jing (孙敬) who studied very hard – often till morning. Since he was always afraid of falling asleep, he tied his hair to the ceiling beam with a rope. So, he woke painfully if he began to doze off.
The second story is about Su Qin (苏秦), who often studied until late, too. To keeping himself awake, he jabbed his hip with a needle.
8. 凿壁偷光 – záobì tōuguāng – to study diligently
It literally means “to bore a hole in the wall to make use of the neighbor’s light to study. Kuang Heng who lived during the Western Han period was eager to learn but his family was very poor, so he had to borrow books from other people. And not only books! Kuang Heng studied at night, so he needed a light source. Once he noticed a glimpse of light from his neighbor’s house coming through a small hole in the wall. Kuang Heng then dug a bigger hole. The light that came through it let him to read and learn diligently.
Chinese people are very pragmatic. So, there are some expressions that highlight the importance of practical implacability.
9. 学以致用 – xuéyǐzhìyòng - to put into practice what has been learned
Finally, this one is not related directly to studying. However, since so many people all over the world still think that learning is only for young people, it may be useful to remember that…
10. 为时不晚 – wéi shíbù wǎn – it is not too late

Jumat, 13 Maret 2015

Pelatihan Guru Mandarin

老师们,pelatihan guru Mandarin ke Hubei / Sichuan / Beijing / Guangdong dll. Biaya pelatihan dan tinggal gratis selama pelatihan.
Hubungi email : huangshiyou@yahoo.co.id

Kamis, 19 Februari 2015

Jumat, 26 Desember 2014

Apakah untuk mempelajari suatu Bahasa Asing juga perlu memahami Budayanya?

     Saat ditanya bagaimana saya tertarik belajar bahasa baru, saya akan dengan yakin menjawab karena film-film yang saya tonton semasa kanak-kanak. Karena film Disney saya ingin belajar Bahasa Inggris, dan karena film Ular Putih saya sungguh-sungguh belajar Bahasa Madarin. Kesan dalam film-film itu tidak terlupakan hingga saat ini. Setelah beberapa tahun mengajar dan berdiskusi dengan pengajar lain, kesimpulan kami tidak berbeda jauh. Untuk mempelajari bahasa baru, sentuhan dengan budaya baru bukan tidak terhindarkan, namun harus.  

       Membicarakan soal pengajaran bahasa, perlu tidaknya memasukkan pendekatan budaya masih sering didiskusikan. Ada ahli pendidikan yang berpendapat perlu ada pula yang berpendapat sebaliknya. Perbedaan pendapat tersebut adalah kearena perbedaan pandangan esensi pembelajaran bahasa. Di satu sisi bahasa dipandang lebih cenderung pada teknik dan disisi lain adanya kebutuhan pada pemahaman. Namun secara pribadi, saya melihat ada dua hal pentingnya pendekatan budaya untuk keberhasilan mempelajari bahasa. Pertama, di dalam budaya lah terdapat kegembiraan, wawasan, kondisi dan situasi yang turut membentuk bahasa. Jadi tanpa pemahaman budaya, ucapan seperti kurang bermakna, atau kurang mengena pada kondisi tertentu. Kedua, budaya membentuk pola pikir masyarakat yang kemudian terpola dalam bahasanya. Dengan memahami budaya yang berkaitan, akan menghubungkan pola pikir yang ada dalam bahasa tersebut sehingga lebih mudah bagi pembelajar untuk mempelajari ucapan-ucapan dalam bahasa yang dipelajari itu.

     Saat mengajar, menemukan poin-poin untuk mengenalkan budaya cukup penting. Salah satu contohnya adalah cara penggunaan kata "sedikit" dalam bahasa Mandarin. Apabila di Tiongkok seseorang menanyakan seberapa tingkat kemampuan kita dalam berbahasa Mandarin lalu kita jawab "sedikit (一点点)" itu artinya kemampuan kita lumayan. Kemungkinan besar lawan bicara kita langsung menyerbu dengan percakapan yang cukup banyak. Tetapi apabila yang menanyakan itu Bule soal pengetahuan kita terhadap sesuatu lalu kita jawab "sedikit" maka Bule itu akan menganggap kita benar-benar hanya tahu sedikit. Itu karena bagi orang Tiongkok segala kemampuan tidak boleh disombongkan, harus diucapkan dengan rendah hati. Sedangkan bagi bule, ucapan seharusnya apa adanya, tidak seharusnya dikurangi ataupun ditambahkan.  

        Dengan memahami lebih banyak tentang sesuatu hal yang kita pelajari, lebih yakin kita akan ketrampilan dan tingkat pengetahuan kita terhadap hal tersebut. Sama hal nya dengan mempelajari bahasa. Penguasaan gramatikal memang sangat penting. Namun tanpa memahami lebih luas tentang pola pikir masyarakat asal bahasa kita pelajari, kita akan sulit berkomunikasi secara tepat dan percaya diri. 

 

 Selamat Belajar

*加油*

     

Minggu, 23 November 2014

INFO LOWONGAN KERJA "Mandarin Speaker"

# Dufry-Bali INDONESIA ---- Mandarin Speaking Guest Relation Officer

# Black Canyon-BALI ---- Mandrain Speaking Host

# Mandarin One-BALI ----- Mandarin Teacher

** Male or Female and Indonesia citizens

     Min High School (SMU/SMK graduated)

     Non or experienced

     Good in Mandarin, orientation in customer satisfaction is a must

     Good in Mandarin oral or written *for teaching

For interested candidates, kindly bring your CV to our office or contact us at

0361 7975485 / 083119700511

woo_ayni@yahoo.com

Office : Jl. Halmahera 33, Denpasar.

    

Selasa, 18 November 2014

=Belajar Bahasa Mandarin=

PROSES ADAPTASI


Selama 2 tahun belakangan, jumlah peminat Bahasa Mandarin khususnya untuk belajar di kelas percakapan terus bertambah. Belajar Mandarin dengan memotong jalan untuk fokus pada percakapan  saja tanpa mempelajari hurufnya (Hanzi) saja sudah bisa mengurangi tingkat kesulitan hingga hampir 50% *menurut pendapat kami para pengajar* Hal ini sesuai dengan realitas lamanya siswa mempelajari bahasa kuno ini kalau dengan dan tanpa Hanzi (huruf Mandarin). Belajar Mandarin tanpa Hanzi, hanya dengan menggunakan Pinyin, seorang pembelajar yang tidak mempunyai dasar sama sekali bisa menguasai pembicaraan perhotelan atau pariwisata dalam waktu sekitar 1 tahun *dengan catatan siswa tidak malas-malasan juga. Sedangkan dengan belajar lengkap dengan Hanzi, siswa membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya, dan lebih banyak yang tidak berhasil sampai benar-benar menguasai dengan baik. Sebagai pengajar, akhirnya saya meyakini apabila pelajar sudah memasuki masa kerja, maka akan sulit baginya untuk meempelajari bahasa Mandarin secara utuh dengan Hanzi. Guru-guru lain juga beberapa menyetujui hal ini, meskipun dengan begitu mengorbankan suatu kualitas kesempurnaan pengusaan bahasa Mandarin yang tanpa penguasaan Hanzi ini. Namun, bagi pelajar hal ini masih dianggap tidak terlalu memudahkan. Legenda atau mitos sulitnya belajar bahasa Mandarin masih sangat terasa, bagi pengajar maupun pelajar.

Kenapa bahasa Mandarin terasa lebih sulit dibandingkan mempelajari beberapa bahasa lain? *menurut para pelajar yang pernah belajar bahasa Inggris, Jepang dan Korea* Kesimpulan mulai muncul setelah mengajar cukup lama. Sulitnya bahasa Mandarin adalah karena bahasa yang sangat tua ini MUTLAK membutuhkan PROSES ADAPTASI. Kenyataannya di Indonesia, lingkungan kita masih sangat melekat dengan bahasa Inggris. Dengan begitu bahasa Inggris pasti terasa lebih mudah karena kita terbiasa mendengar dan melihat. Sedangkan untuk bahasa lain, kita memerlukan akses khusus untuk lebih dekat dengan bahasa tersebut. Dengan kondisi ini saja pasti sudah ada tantangan tersendiri untuk mempelajari bahasa asing itu. Ditambah lagi, BAHASA MANDARIN memerlukan 
4 NADA untuk bisa dikatakan benar ucapannya. Setiap nada menempel di setiap kata tanpa pembeda laki-laki perempuan, tua-muda, kata kerja-kata benda dll. Pokoknya 4 nada itu menempel suka-suka namun sangat PATEN. Tanpa nada yang diucapkan tepat, sudah pasti kalimat jadi membingungkan.

Pada awal-awal masa belajar biasanya pelajar cukup ambisius menelan semua pelajaran, laksana pendaki gunung pemula yang menggebu-gebu pada awal pendakian. Kami pengajar selalu mengingatkan pelajar untuk belajar agak PERLAHAN, namun KONSISTEN. Satu hal yang paling dikeluhkan setelah belajar percakapan Bahasa Mandarin beberapa bulan adalah sulitnya menghapal dan melafalkan 4 NADA (SHENGDIAO) tersebut. Setelah beberapa ratus kosakata yang dihapal, kepahitan mulai terasa. Nada-nada tersebut tidak lagi melekat pada kata-kata yang sudah dihapal, kebanyakan lepas terlupakan. Lebih parah lagi banyak pelajar yang menganggap 4 nada terlalu menyulitkan sehingga enggan menghapalnya. Namun sayangnya, tanpa 4 NADA itu bahasa Mandarin bukanlah bahasa Mandarin. 4 Nada itu tetap disana menunggu kita mengingatnya dan melafalkan dengan benar kalau kita ingin bisa... Namun bagaimana mungkin beribu kata dengan 4 NADA menjengkelkan itu bisa dihapal dengan baik? Ternyata beruntunglah OTAK KITA mampu BERADAPTASI. Apa yang terjadi setelah berjuang menghapal 4 Nada selama beberapa bulan adalah Otak mampu menghapal 4 Nada LEBIH CEPAT. Proses adaptasi seperti ini memang diperlukan di setiap proses pembelajaran. Kebanyakan pelajar yang telah belajar 1 tahun bahasa Mandarin 2x kecepatannya menghapal nada dibanding para pemula. Dan setelah waktu beberapa tahun, melalui proses belajar dan praktek, 4 NADA tersebut bukan lagi masalah. Terkadang ketidakpercayaan diri pada PROSES yang berlangsung selama pembelajaran yang menyebabkan kegagalan. Saya sendiri termasuk yang sangat dipusingkan pada awal-awal belajar 4 NADA tersebut. Ketidakpercayaan akan kemampuan mengingat dan melafalkan 4 NADA (SHENGDIAO) terjawab setelah saya bertahan mempelajarinya selama 8 bulan. Melafalkan dan mengingat 4 NADA menjadi semakin mudah seiring dengan lamanya kita belajar. 

Semoga bermanfaat :)  

Kamis, 23 Oktober 2014

Mandarin Speaker
PT. BOGA CITRA CEMERLANG
BLACK CANYON COFFEE - BALI

Lowongan yang diperlukan :
Host (Mandarin Speaker)

Syarat ketentuan :
Pria/wanita usia max. 32 th
Mampu berkomunikasi dengan bahasa Mandarin
Sehat jasmani dan rohani
Good looking-Good attitude  

Benefit :
Upah (gaji pokok)
Service charge
Jamsostek / tunjangan kesehatan 
Tunjangan Hari Raya, tips   

                                       Last Updated 23 October 2014