Jumat, 14 Februari 2014

Humor dalam Bahasa Mandarin

Ada seorang pebisnis garmen di ITC Mangga Dua, namanya Akiong. Dia
pergi ke Guangzhou mencari baju-baju baru.

Di Guangzhou, Akiong berdiri di 1 toko baju besar dan tertarik
membaca 5 huruf slogan Mandarin di depan toko itu. Tulisannya:
BAOZHENG BU TUISE (dijamin tidak luntur)

Dan Akiong pun membeli baju dari toko itu sebanyak 4 kontainer 20'
untuk dikirim ke Jakarta. Akiong pun menggunakan slogan itu di
tokonya juga di ITC Mangdu: DIJAMIN TIDAK LUNTUR

Satu minggu kemudian, pelanggan Akiong datang ke toko Akiong dan
marah-marah, "Gimana nih bos, katanya ga luntur. Kok ini ketumpahan
air putih dikit aja dah langsung luntur?"

Karena bertanggung jawab, Akiong pun datang lagi ke toko di Guangzhou
itu dan marah-marah juga ke toko Guangzhou. Akiong pun menunjuk
slogan toko di Guangzhou itu.

Dengan enteng, bos toko Guangzhou itu bilang, "Xiansheng, zai
Zhongguo women cong you wang zuo du: TUISE BU BAOZHENG".
Arti: Tuan, di China kita baca dari kanan ke kiri: LUNTUR TIDAK
DIJAMIN.

Arti:
1. Baozheng: Dijamin
2. Tuise: Luntur
3. You: Kanan
4. Zuo: Kiri


Hehehehe :-D

Rabu, 20 November 2013

Sejarah Lampion


Lampion adalah salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari perayaan Imlek, Imlek tidak akan meriah tanpa adanya lentera yang bentuknya bundar dengan warna merah menyala yang digantung mengelilingi tempat perayaan Imlek tersebut. Warna merah menggambarkan perasaan suka cita. Sedangkan, lampion yang berwarna putih untuk mengungkapkan rasa bela sungkawa

Ada salah satu sumber menyebutkan bahwa lampion sudah ada sejak zaman Dinasti Xi Han (kira-kira 1800 tahun yang lalu). Lampion ada banyak jenis menurut pembuatannya, contohnya: dari kertas, kain, kulit binatang, dan dari bordiran-bordiran kain sutra. Namun, yang terbuat dari kertas baru dimulai sejak di Tiongkok ditemukannya teknik pembuatan kertas oleh Cailun, yaitu pada zaman Dinasti Han Timur (25-220 M). 

Sejak zaman Dinasti Han hingga Dinasti Tang, lampion telah disahkan sebagai simbol penyambutan Hari Raya Imlek. Saat Dinasti Mingzhu Yuanchang (1368-1644 M), ribuan lampion sengaja dibiarkan mengambang diatas air ketika memproklamirkan Ibukota Negara Nanjing.








Senin, 28 Oktober 2013

Gunung Avatar di Zhangjiajie, China


     Gunung melayang yang ada di film yang berjudul "Avatar" ternyata ada di bumi. Datang saja ke Zhangjiajie, China dan lihat bagaimana kabut mengilusi pemandangan sehingga bukit-bukit di sana terlihat melayang. Taman Nasional Zhangjiajie di Kota Zhangjiajie - Hunan, China memang pantas disebut sebagai salah satu objek wisata terindah di Negeri Tirai Bambu. Bukit-bukit lancip yang dihias pepohonan hijau jadi sajian utama yang paling dicari para wisatawan.

   Terlebih saat kabut turun dan menyelimuti area hutan sehingga membuat beberapa bukit yang sangat menjulang berada di atas kabut. Pemandangan tersebut memberi sensasi bukit-bukit yang melayang, persis pada film "Avatar" yang diputar tahun 2010 lalu. Kembali sebentar ke tahun 1982 saat kawasan ini menjadi Taman Nasional pertama di China. Taman Nasional Zhangjiajie yang seluas 4,8 hektar ini masih masuk ke dalam kawasan Wulingyuan. Tahun 1992, kawasan Wulingyuan masuk dalam daftar Situs Peninggalan Sejarah UNESCO. Karena dianggap sebagai geopark, tahun 2004 Taman Nasional Zhangjiajie masuk dalam daftar global geopark di UNESCO.

    Keunikan yang luar biasa ini terbentuk dari hasil erosi beribu-ribu tahun lamanya. Mulai dari erosi air, udara hingga cuaca menerpa kawasan ini. Setelah puas ditempa, bebatuan di sini menunjukkan betapa keindahan alam bisa sebegini megahnya. Ada lebih dari 300 bukit yang menjulang di sini dan bukit yang tertinggi bisa mencapai 400 meter. Saking pemandangan di sini mirip dengan Planet Pandora yang ada di film "Avatar", salah satu bukit dinamakan sama dengan gunung yang ada di film. Pemerintah setempat menamakan salah satu bukitnya dengan nama Gunung Haleluyah, gunung melayang di Planet Pandora yang ada di film "Avatar".

Selasa, 01 Oktober 2013


Banyak sekolah dan lembaga pendidikan masa kini mengembangkan sistem pendidikan yang menawarkan banyak keuntungan dalam bidang keahlian atau skill. Tak heran apabila orang tua saat ini harus menimbang-nimbang berbagai sekolah untuk menentukan tujuan apa yang ingin diraih putra-putrinya setelah tamat sekolah. Karena begitu banyaknya pilihan dan banyaknya tuntutan prestasi, anak-anak dan orang tua m...enjadi lebih cenderung pada pendidikan yang praktis dan langsung mendapat hasil berupa keahlian tertentu. Seringkali kita melupakan salah satu hakekat pendidikan yang utama yaitu pengembangan karakter "Pantang Menyerah." Padahal tanpa kemampuan mental yang satu ini, hampir mustahil sebuah prestasi besar bisa terbentuk. Tidak peduli sepintar apapun seseorang, semangat pantang menyerahlah yang akan membawa pada tercapainya tujuan.
Merupakan tugas besar dari sekolah dan lembaga pendidikan mengembangkan karakter PANTANG MENYERAH pada generasi muda...

Selamat Hari Kesaktian Pancasila
See More

Kamis, 15 Agustus 2013

Seni Kaligrafi China (书法 ; shufa)

   Kaligrafi (shufa) adalah seni menulis karakter tradisional China yang memiliki gaya sangat unik sesudah ribuan tahun penciptaan dan pengembangannya. 

   Gaya kaligrafi yang paling sering ditemui adalah gaya cap (zhuanshu), gaya resmi (lishu),  gaya balok (kaishu), gaya kursif; karakter yang ditulis secara cepat dengan goresan-goresan yang bersambung (caoshu) dan gaya berjalan (xingshu)
  • Zhuanshu mewakili gaya kaligrafi dinasti Qin.
  • Lishu merupakan gaya kaligrafi yang lazim digunakan pada dinasti Han.
  • Kaishu berkembang dari lishu.
  • Caoshu merupakan bentuk penulisan cepat lishu dan kaishu.
  • Xingshu merupakan gaya kaligrafi diantara kaishu dan caoshu yang tidak serapi kaishu, tetapi juga tidak sesulit dibaca seperti caoshu, gaya ini merupakan salah satu gaya yang paling sering digunakan dan paling praktis dalam penulisan karakter. 

   Dalam sejarah China pernah ada banyak ahli kaligrafi yang terkenal, seperti :

  1. Wang Xizhi (王羲之), 
  2. Ouyang Xun (欧阳询), 
  3. Yan Zhenqing (颜真卿), 
  4. Liu Gongquan (柳公权), 
  5. Zhao Mengfu (赵孟頫), dan lain-lainnya. 
  Dengan belajar dan praktek yang rajin selama bertahun-tahun, mereka masing-masing membentuk gaya dan aliran kaligrafi yang unik sehingga mendorong seni kaligrafi China mencapai tingkat yang tinggi.

  Alat tulis dalam kaligarafi adalah kuas (maobi), tinta bak, kertas dan batu tinta yang juga disebut sebagai “Empat Mustika Kamar Belajar”. Belajar kaligarafi haruslah belajar cara menggunakan kuas terlebih dahulu, dan pemula seharusnya belajar dari kaishu terlebih dahulu.

Rabu, 12 Juni 2013

Marga 姓氏 (xingshi)

 Marga Tionghoa merupakan marga yang digunakan orang Tionghoa. Marga (Hanzi: 姓氏, hanyu pinyin: xingshi) biasanya berupa satu karakter Han (Hanzi) yang diletakkan di depan nama seseorang. Ada pula marga yang terdiri dari 2 atau bahkan 3 sampai 9 karakter, marga seperti ini disebut marga ganda (Hanzi: 復姓, hanyu pinyin: fuxing). 


 Marga Tionghojuga diadopsi oleh suku-suku minoritas yang sekarang tergabung dalam entitas Tionghoa. Marga dalam suku-suku minoritas ini biasanya berupa penerjemahan pelafalan dari bahasa suku-suku minoritas tadi ke dalam Hanzi. Penggunaan marga di dalam kebudayaan Tionghoa telah mempunyai sejarah selama 5.000 tahun lebih.